Tampilkan postingan dengan label Mengenal Lebih Jauh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengenal Lebih Jauh. Tampilkan semua postingan

About Brindled / Mosaic dan Umbrouse

Minyak yang satu ini :P


Yunya Maharani

Ad yg tau corak warna cambel brindel?
Jwb ya yg tau. Hohoho

Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman · 22 jam yang lalu melalui seluler
Fathur Sang Cakep, Ouw-bad Obed, dan Thoha Putra menyukai ini.
Amanah Pets Solo brindel? Ito Indio Hamstermister Seratus Enambelas Mohammad Arifin
21 jam yang lalu · Suka
Ito Indio oooooiiiiiiiii...
21 jam yang lalu · Suka
Hamstermister Seratus Enambelas Brindled/mosaic adalah corak kebetulan yg biasa muncul pada dove dan bea.. biasanya muncul corak berwarna hitam pada dove dikarenakan ketidak sempurnaan/missing saat perpaduan dua gen warna..
disinyalir karena black dan argente merupakan resesif yg sama kuat..
brindled/mosaic tidak bs dibuat ;)

tbks
21 jam yang lalu melalui seluler · Tidak Suka ·  1
Amanah Pets Solo oalla brindel tuh mosaic? yang kita bicarain kemaren yaaaak mbah Ito Indio?
21 jam yang lalu · Suka
Amanah Pets Solo dee Yunya Maharani .. bantu ralatt ya.. campbell bukan cambel.. wkwkwk :p
21 jam yang lalu · Suka
Yunya Maharani Haha ok mbak salah dkit maap hehe
21 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Amanah Pets Solo siip.. dah ngerti kan sekarang? :D
21 jam yang lalu · Suka
Yoshitsune Ishida kloO umbrous ituu yg kayak gimana siii teeh, Om....? :/
20 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Ito Indio brindled BEDA dg mosaic tante Amanah Pets Solo...
20 jam yang lalu · Suka
Amanah Pets Solo lah terus? Nah tuh umbrous istilah keterangan nya gmn? *newbie
19 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Yoshitsune Ishida ‎(-________-)
19 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Rachmad Okto Yermianto yang saya tahu sih klu mozaic seperti yg dulu aq punya kembang telon(warna dove,warna argente n black) tp termasuk lethal atau penyimpangan.

CMIIW.

#SUWER NEWBIE TENAN AQ#
18 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Mohammad Arifin nyimak gan.. :p
18 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Rachmad Okto Yermianto klu Brindle yg pernah saya lihat wrna dsr putih ada corak 2 warna( black n dove) tetap masuk ke lethal/penyimpangan gen.

CMIIW.
18 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Hamstermister Seratus Enambelas Brindled/mosaic bukan termasuk hasil lethal dan tidak membawa gen lethal.. tp penyimpangan seperti halnya flip flop..

brindled dan mosaic definisinya itu sama.. penyebutan dibedakan sesuai besarnya corak..
pada brindled, terlihat alur2 melingkari perut dan punggung sedangkan mosaic berupa bercak2 kecil pada warna hamster :)

Brindled/mosaic dan flip flop termasuk nature mistake :)

tbks
18 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Acep Garuru upload foto aje yem?!
18 jam yang lalu · Suka
Yunya Maharani Yoa bsok 0m
17 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Yoshitsune Ishida nah,,
skrang aku mau nanya umbrous,
umbrous itu kyk gmna Om...?
Contohnya kyk opo...?

*duduk sila
17 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Rachmad Okto Yermianto Ooohh..gitu ya kang H116

*duduk sambil ngowoh.
16 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Amanah Pets Solo napa dee Yoshitsune Ishida ??

minyak om Arifin :P
11 jam yang lalu · Suka
Amanah Pets Solo ‎Hamstermister Seratus Enambelas Ito Indio hamster nya om Tri Nugroho itu juga termasuk brindled??
11 jam yang lalu · Suka
Yoshitsune Ishida Teh,, umbrous itu yg kyk gimanaa,,, dri tadi d kacangin niih,,, T,T

*pecahin piring
8 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Hamstermister Seratus Enambelas Punya oom tri itu mottled dove mosaic black kalo ga salah..

umbrous adalah gen yg mengusamkan warna asli hamster.. ga mempengaruhi warna black sama seperti dilute yg ga pengaruh di albino..

tbks
8 jam yang lalu melalui seluler · Suka ·  1
Yoshitsune Ishida Umbrous itu trjadinya d campbell aja om....? :/
8 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Hamstermister Seratus Enambelas Campbell dan syirian
8 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Yoshitsune Ishida Kalo yg biasa trjadi sama Golden Black eye itu kenapa Om? Yg prnah aku liat, suka brubah khitaman gtu bulunya, kayak memudar,,, :)
8 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Hamstermister Seratus Enambelas Kehitaman = menggelap,, itu udah jd ciri dr gbe.. alaminya gbe memang begitu
7 jam yang lalu melalui seluler · Suka
Amanah Pets Solo ‎Yoshitsune Ishida umbrouse tuh warna nya kayak hamster habis bergidik di tanah dee.... katanya om Mohammad Ipin.. oowh :D iya makasih om Hamstermister Seratus Enambelas :P
beberapa detik yang lalu · Suka

Inti nya?

Brindled/mosaic adalah corak kebetulan yg biasa muncul pada dove dan bea.. biasanya  muncul corak berwarna hitam pada dove dikarenakan  ketidak  sempurnaan/missing saat perpaduan dua gen warna..
disinyalir karena black dan argente merupakan resesif yg sama kuat..
brindled/mosaic tidak bs dibuat ;)

Campbell Dove Mottled Mosaic Black


owner : Tri Nugraha
------------------------------------------------

 
 
owner : Juniorz Hamsterz
------------------------------------------------

Campbell Lilac Mosaic Blue


owner : Ito Indio
------------------------------------------------

Campbell Argente Brindled Black Ruby Eye's


owner : Iam Harrdyan, buy from Yunya Maharani
------------------------------------------------

Umbrouse adalah gen yg mengusamkan warna asli hamster..
ga mempengaruhi warna black sama seperti dilute yg ga pengaruh di albino..

umbrouse tuh warna nya kayak hamster habis bergidik di tanah..

Campbell Blue Umbrouse Mottled Platinum Satin Carrier Wavy




owner : Amanah Pets Solo, buy from Ito Indio

Tentang Self Colour


Tentang Self Colors, Mutasi, dan Silangannya
By: Andi Nursaiful/berbagai sumber
Dalam dunia Campbell, selain pembedaan warna secara fisik, kita juga bisa memilah warna berdasarkan asal muasalnya. Dalam hal ini, varian warna campbell dibedakan menjadi dua: 1. Agouti Color Mutations, dan 2. Self Color Mutations.

Varian warna Campbell yang merupakan Agouti Color Mutations adalah:
1.    Argente mata hitam (bb)
2.    Argente mata merah (pp)
3.    Opal (dd)

Varian warna campbell yang merupakan Self Color Mutation:
1.    Albino (cc)
2.    Black (aa)
3.    Umbrous

Varian warna campbell hasil silangan dari warna-warna mutasi agouti :
1. Blue Fawn (argente dan opal)
2. Lilac Fawn (Argente mata hitam dan Opal)
3. Beige (Argente mata hitam dan argente mata merah)
4. Blue Beige (Argente mata hitam, argente mata merah, dan opal)

Varian warna campbell hasil silangan dari warna mutasi agouti dan warna self colors:
1. Blue (Black dengan opal)
2. Chocolate (Black dengan Argente mata hitam)
3. Dove (Black dengan Argente mata merah)
4. Lilac mata hitam (Black, argente mata hitam dengan opal)
5. Lilac mata ruby (Black, argente mata merah dengan opal)
6. Dark Beige (Black, argente mata hitam, dan argente mata merah)
7. Champagne (Black, argente mata hitam, argente mata merah, dan opal)
8. REW (tidak murni percampuran dengan self color, atau tidak murni self colors, karena warna
    putihnya diperoleh dari percampuran gen dilute dan gen platinum. Misalnya dilute argente
    dengan platinum)
9. BEW (tidak murni percampuran dengan self color, atau tidak murni self colors, karena warna
    putihnya diperoleh dari percampuran gen dilute dan gen platinum. Misalnya dilute black
    dengan platinum)

Tambahan Info
-    Mutasi Albino pertama kali muncul di Hungaria pada 1988, dan di bawa ke Inggris dari Belanda pada 1990.
-    Mutasi Argente muncul di Rusia sekitar 1993. Warna argente sendiri bervariasi, sampai ada argente yang nyaris berwarna cream-oranye, atau ada yang bermata merah gelap.
-    Belum diketahui secara persis kapan mutasi Black terjadi. Tapi pada 1986 dilaporkan bahwa ada campbell black di laboratorium hamster di Rusia. Black yang dikenal saat ini muncul ke publik pertama kali di Belgia pada 1997.
-    Mutasi CORAK mottled (baik red eyed maupun black eyed) pertama kali muncul di Inggris pada 1991. 
-    Varian Satin muncul pertama kali di Inggris pada 1981.

Tentang campbell 3 gen & 3 warna


Tentang Campbell Tiga Gen dan Tiga Warna
By: Andi Nursaiful/berbagai sumber

Dalam dunia hamster di Indonesia, ada sebagian kalangan yang mendeskripsikan Campbell yang secara fisik menampakkan satu warna namun membawa tiga gen dengan istilah "Campbell 3 Gen".

Sebagian kalangan lagi terbiasa menggunakan istilah "Campbell 3 Warna" atau "Campbell
Tricolor" untuk menggambarkan hamster yang secara fisik memunculkan tiga warna berbeda
di tubuhnya, seperti Platinum Opal, misalnya.

Sejauh mana penyebutan istilah itu benar dan diakui secara global?

Menurut saya, Campbell tiga gen sebaiknya diartikan dgn campbell yang membawa tiga pasang gen, seperti Red Eyed Lilac (aaddpp). Kalo dia hanya membawa sepasang gen, meskipun ada dua gen lain yang tidak berpasangan, misalnya, Black yang mebawa (carier) gen opal dan argernte (aaDdPp), sebaiknya disebut campbell 1 gen dgn carier gen lain.

Alasannya, campbell tiga gen seharusnya membawa 3 PASANG gen. Alasan lain, penyebutan campbell 3 gen (pdahal penampakan fisiknya satu warna), akan membuat para pemula kian
tersesat dlm belantara genetika.

Lantas bagaimana dengan penyebutan Campbell tiga warna yang biasa disematkan pada Platinum Opal???

Pertama harus kita urai dulu bawaan gen "si korban". Platinum Opal itu adalah Campbell hasil perkawinan, antara lain, Opal (dd) dengan hamster lain yang membawa gen pola/corak Platinum (Si).

Artinya, secara "warna", si platinum opal ini hanya membawa satu gen warna (dd). Kenapa disebut jadi campbell tiga warna???

Usut punya usut, ternyata karena penampakan fisik Platinum Opal memang seperti membawa tiga warna, yaitu abu2 soft di sekitar kepala dan sisi badan sampai ekor, kuning di sisi badan dgn membentuk lekuk-lekuk, serta warna putih kekuningan di perut.

Malah sebetulnnya, kalau mau dihitung, ada lima warna krn ada juga semburat warna hitam, dan ada warna abu-abu di dasar bulu.

Nah, kalo cara menghitung warna fisik seperti ini diterapkan juga pada semua varian warna campbell, bisa jadi Blue itu 2 warna (abu-abu dan putih), Black itu dua warna (hitam dan putih), argente itu 3 warna (kuning, dorsal hitam, dan abu-abu di dasar bulu), atau agouti itu 4-5 warna.

Kalau sudah begini, begini terus, dan terus menyebar, kacau balau jadinya....!

Proses pemurnian gen warna (Tanpa Back Crossing)


Proses pemurnian gen warna (Tanpa Back Crossing)
By: HFG-Friends

 Berhubung dari penampakan warna fisik seekor hamster (fenotip) kita nyaris tidak mungkin bisa mengindentifikasi bawaan gen (carier) yang tersembunyi dalam geneotipnya, maka proses pemurnian hrs melalui tahapan sistemik, dengan memperhitungkan semua kemungkinan/probabilitas yang ada.

 Gen: Black

Probabilitas bawaan gen Black:

1. aaCc
2. aaDd
3. aaPp
4. aaCcDd
5. aaCcPp
6. aaDdPp
7. aaCcDdPp

Probabilitas percampuran black dgn bawaan gen-gen tersebut:

1. aaCc x aaCc
2. aaCc x aaDd
3. aaCc x aaPp
4. aaCc x aaCcDd
5. aaCc x aaCcPp
6. aaCc x aaDdPp
7. aaCc x aaCcDdPp

8. aaDd x aaDd
9. aaDd x aaPp
10.aaDd x aaCcDd
11.aaDd x aaCcPp
12.aaDd x aaDdPp
13.aaDd x aaCcDdPp

14.aaPp x aaPp
15.aaPp x aaCcDd
16.aaPp x aaCcPp
17.aaPp x aaDdPp
18.aaPp x aaCcDdPp

19.aaCcDd x aaCcDd
20.aaCcDd x aaCcPp
21.aaCcDd x aaDdPp
22.aaCcDd x aaCcDdPp

23.aaCcPp x aaCcPp
24.aaCcPp x aaDdPp
25.aaCcPp x aaCcDdPp

26.aaDdPp x aaDdPp
27.aaDdPp x aaCcDdPp

28.aaCcDdPp x aaCcDdPp


Berarti ada 28 kemungkinan percampuran black dengan bawaan gen-gen bersangkutan. Dengan
demikian, untuk memastikan proses permurnian gen berjalan dengan sempurna, maka dibutuhkan 28 kali atau 28 pengujian.
 
1. Pengujian F0 Probabilitas 1    = aaCc x aaCc
                                                Gamet = aC, ac x aC, ac   

Tabel Punnet

             aC           ac
aC      aaCC      aaCc
 ac      aaCc      aacc

 Hasil f1
- ada 2 penampakan fenotip : Black dan albino
- ada 3 kemungkinan genotip: aaCC (black), aaCc (black carier albino), aacc (albino)

Berdasarkan genotip yg diperoleh di F1, maka probabilitas pengujian F1:

A. aaCC x aaCC
B. aaCC x aaCc
C. aaCC x aacc
D. aaCc x aacc


A. Pengujian F1 probabilitas 1 = (aaCC x aaCC)
                                           Gamet   = aC x aC

            aC      
aC      aaCC     

 Hasil F2 Probabilitas 1
- ada 1 penampakan fenotip : Black
- ada 1 kemungkinan genotip: aaCC (Black)

Sampai di tahap ini, sudah diperoleh gen warna Black murni. Namun ada kemungkinan yg terjadi adalah perkawinan probabilitas 2.

B. Pengujian F1 probabilitas 2 = (aaCC x aaCc)
                                             Gamet = aC  x aC, ac

Tabel Punnet

              aC      ac
aC      aaCC    aaCc

 Hasil F2 Probabilitas 2
- ada 1 penampakan fenotip : Black
- ada 2 kemungkinan genotip: aaCC (Black) dan aaCc (black carier Albino)

Sampai tahap ini belum bisa dipastikan mana black dgn gen warna murni. OLeh sebab itu, perlu diteruskan dengan pengujian selanjutnya di F2, dengan probabilitas:

B.1  aaCC x aaCC
B.2  aaCC x aaCc
B.3  aaCc x aaCc

B.1 Pengujian F2 probabilitas  = aaCC x aaCC
                                             Gamet = aC x aC

Tabel Punnet

            aC      
aC      aaCC     

 Hasil F3 Probabilitas 2
 - ada 1 penampakan fenotip : Black
- ada 1 kemungkinan genotip: aaCC (Black)

Sampai di tahap ini, sudah diperoleh gen warna Black murni. Namun kembali ada kemungkinan yg terjadi adalah perkawinan probabilitas B.2:

 B.2 Pengujian F3 probabilitas = aaCC x aaCc
                                            Gamet = aC   x aC, ac 

Tabel Punnet

              aC      ac
aC      aaCC    aaCc

 Hasil F4 Probabilitas B.2
- ada 1 penampakan fenotip : Black
- ada 2 kemungkinan genotip: aaCC (Black) dan aaCc (black carier Albino)

 Sampai tahap ini kembali belum bisa dipastikan mana black dgn gen warna murni. OLeh sebab itu, perlu diteruskan dengan pengujian selanjutnya di F4, dengan probabilitas:

B.1.a  aaCC x aaCC
B.1.b  aaCC x aaCc
B.1.c  aaCc x aaCc

Jika pemilihan pasangan tepat (keberuntungan), yaitu probabilitas B.1.a, maka langsung akan diperoleh gen warna black murni. Jika ternyata pemilihan perobabilitasnya adalah B.1.b (aaCC x aaCc), maka ini sudah dilewati pada F1 probabilitas 2 (aaCC x aaCc).

Seandainya pilihan probabilitasnya pada B.1.c  (aaCc x aaCc), maka kejadian berikutnya sbb:

B.1.c   Pengujian F4 probabilitas B.1.c  = aaCc x aaCc
                                                           gamet  = aC, ac x aC, ac

Tabel Punnet

              aC      ac
aC      aaCC    aaCc
ac      aaCc     aacc
 

Hasil F5 probabilitas B.1.c 
- ada 2 penampakan fenotip : Black dan Albino
- ada 3 kemungkinan genotip: aaCC (Black), aaCc (black carier Albino),dan aacc (albino)

Sampai di sini (F5), kita terpaksa kembali pada situasi seperti di F1, sehingga kembali harus mengulang proses yang pernah dilalui. JIka beruntung dalam pemilihan probabilitas, maka kita sudah bisa memperoleh gen black murni, seperti situasi pada F1 tadi.

Sampai di sini kita tidak perlu lelah dan frustasi (akibat seolah-olah berputar-putar di tempat). Paling tidak, satu hal positif yang diperoleh adalah black yang kita punya hanya membawa/carier satu gen, yakni albino.

Jika pada hasil perkawinan inbreed-inbreed berikutnya (F6, F7, F8, dst) hanya muncul black, maka bisa dipastikan bahwa penampakan fisik black itu murni hanya membawa satu pasang gen black (aa). 


Selanjutnya, kita menyusun kemungkinan-kemungkinan yang akan muncul seandaianya black
 pada F0 yang kita punya, ada di probabilitas 2 (aaCc x aaDd).


2. Pengujian F0 Probabilitas 2   = aaCc x aaDd
                                             Gamet   = aC, ac x aD, ad

Tabel Punnet

              aD       ad
aC      aaCD     aaCd
ac       aacD     aacd

Hasil F1 Probabilitas 2  
- ada 1 penampakan fenotip : Black
- ada 4 kemungkinan genotip: aaCD (black), aaCd (black carier Opal), aacD (Black carier
                                                Albino), dan aacd (Black carier albino dan opal).

Berdasarkan genotip yg diperoleh di F1, maka probabilitas pengujian F1:

A. aaCD x aaCD
B. aaCD x aaCd
C. aaCD x aacD
D. aaCD x aacd
E. aaCd x aacD
F. aaCd x aacd
G. aacD x aacd
H. aacd x aacd


dst.....................

Pearl Campbell


Pearl Campbell??? Apa pula itu?
by Andi Nursaiful/berbagai sumber

Dalam belantara artikel mengenai hamster di internet, saya menemukan sebuah tulisan yang ditulis oleh Tina Bolton, seorang juri internasional pada berbagai kontes hamster. Selain berpengalaman dalam hal penjurian, Tina sejatinya adalah seorang geneticist, atau ahli ilmu genetika. So, pendapatnya tak perlu diragukan lagi.

Tulisan di bawah ini mengutip pandangan Tina BOlton mengenai hamster Platinum Campbell dan Pearl Campbell. Dua varian campbell ini rasanya masih cukup asing bagi telinga kebanyakan penggemar dan pemain hamster di Indonesia. Pearl, misalnya, dikenal merupakan salah satu varian dalam spesies Winter White. Lantas kenapa ada Pearl Campbell???

Tetapi sebelum sampai di sana, kita bahas dulu apa itu hamster platinum. Satu kata kunci yang harus selalu diingat, platinum adalah sebuah warna. Sama dengan putih, hitam, merah, biru, dst. Dalam berbagai kamus, Platinum disebutkan sebagai warna greyish white atau putih keabu-abuan.

Dalam dunia hamster, platinum campbell memiliki warna agouti muda/terang namun agak kusam. Mengutip Tina BOlton, Platinum itu adalah washed-out natural agouti, atau agouti yang digosok sampai luntur. Singkatnya, platinum adalah warna agouti muda atau terang, atau lebih berwarna putih abu-abuan. Warna ini ada di alam.

Campbell platinum bisa (dan umumnya) membawa gen diluted, sehingga muncul sebutan diluted platinum campbell. Warnanya lebih terang atau lebih muda lagi ketimbang warna platinum yang murni, namun penampakannya seperti berjerawat. Ada pula ektrem diluted  platinum yang sudah menyerupai black-eyed white, meskipun biasanya tetap memiliki sedikit warna di kuping. 

Biar tidak membingungkan, perlu diingat pula bahwa istilah dilute sebetulnya bukan sebutan gen warna. Dilute bisanya melekat dengan kata "gene" sehingga sering dituliskan "diluted gene" atau "Dilution Gene". Jika hamster membawa gen diluted, maka gen itu akan membuat gen warna asli hamster tersebut menjadi lebih terang atau lebih muda.

Oleh sebab itu, muncullah sebutan diluted Normal, diluted Argente, dan seterusnya. Jadi, sesungguhnya tidak dikenal istilah dilute campbell (yang biasanya oleh awam dicirikan dengan penampakan putih polos mata hitam). Ini berbeda dengan albino yang memang ada dan bersumber dari alam.

Jika Anda menemukan hamster putih polos ektrem dengan mata hitam, sesungguhnya tetap ada sedikit noda warna lain, meskipun hanya setitik dan tersamar. Bisa saja dia adalah ekstrem dilute platinum, ekstrem dilute normal/agouti, atau bahkan ekstrem dilute opal platinum. Untuk membuktikan bahwa hamster tersebut sebetulnya memiliki warna lain, coba silangkan dengan hamster lain yang berwarna, maka Anda akan menemukan warna aslinya.

Mari kembali ke pokok soal seputar campbell platinum. Jika hamster yang membawa gen diluted dikawinkan dengan campbell platinum, maka mereka menghasilkan apa yang dikenal dengan sebutan Black Eyed Whites (BEW) dan Pink/Red Eyed Whites (REW/PEW). Warnanya putih polos dengan mata hitam atau mata merah, namun ada sedikit warna atau noda di kuping. Misalnya, jika dilute argente dikawinkan dengan platinum, maka akan muncul REW atau PEW. Ingat, Red Eyed White berbeda dengan Albino, karena Albino adalah warna alam, bukan hasil silangan. Jadi Dilute Platinum sama degan BEW atau REW, tergantung wrna matanya. (??) 

Sekarang mari membahas apa yang disebut dengan Pearl Campbell. Harus dicatat, Pearl dalam konteks spesies campbell adalah sebuah corak, bukan warna. Platinum adalah warna (agouti muda/terang/kusam), sedangkan Pearl adalah jenis pattern/marking (pola atau corak), bukan jenis warna.

Menurut Tina Bolton, pola/corak Pearl adalah corak warna lebih gelap yang merata di atas warna putih pada tubuh seekor hamster campbell. umumnya di bagian punggung. Biasanya, bagian punggung lebih muda atau terang (bahkan nyaris putih), sementara di sisi kiri kanan masih tersisa warna asli yang juga lebih muda. Jadi bisa muncul argente pearl, opal pearl, dove pearl, black pearl, platinum pearl, dan dilute Platinum Pearl. Yang kerap membingungkan adalah, sebagian orang sulit membedakan antara: true platinum atau platinum murni, dilute platinum, platinum pearl, dan extreme dilute platinum.

Dilute Platinum Pearl, berarti dilute platinum yang memiliki bulu lebih gelap yang menyelimuti warna bulu agouti muda keabu-abuan. Dilute platinum pearl ini menyerupai atau hampir mirip dilute platinum. Bedanya jika dilute platinum tampak seperti berjerawat (blotchy), maka Dilute platinum pearl tampak memiliki bulu yang lebih gelap dan merata di atas bulu yang lebih berwarna muda.

Kesimpulan yang ditarik oleh Tina bagi kita semua sebelum terburu-buru memberi nama warna dan corak pada seekor hamster, sebaiknya pastikan Anda bisa membedakan antara warna (color) dan corak (marking/pattern). Jika tidak, maka Anda akan sulit mengidentifikasi mana yang (berwarna) "platinum", dan mana yang (bercorak) "pearl".

Mutasi


Mutasi...
By: Andi Nursaiful/berbagai sumber

Nenek moyang hammie berasal dr agouti atau warna dan corak alam. Dari sini terjadi mutasi alamiah yang menghasilkan varian-varian warna lain.Bagaimana mutasi terjadi?

Ketika kedua ortu kawin, keduanya masing-masing menurunkan kopi gen ke anak-anak mereka. Masing-masing gen mewakili karakteristik, termasuk warna. Namun, terkadang selama proses pengkopian gen ini, ada kejadian luar biasa di mana terjadi error dalam formasi gen. Kejadian ini mengubah formasi gen dan menyebabkan perubahan karakteristik, termasuk warna. Kejadian luar biasa ini kemungkinan 1 : 10 juta kalo di alam.

Dalam bahasa ilmiahnya, mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom yang terjadi secara tiba-tiba, acak, dan merupakan dasar bagi sumber variasi organisme hidup yang bersifat terwariskan (heritable).

Mutasi pada tingkat kromosomal biasanya disebut aberasi. Mutasi pada gen dapat mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi dasar munculnya variasi-variasi baru pada spesies. Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen), radiasi surya maupun radioaktif, serta loncatan energi listrik seperti petir.

Selain mutasi alamiah, ada pula mutasi buatan. Pada tahun 1900-an, Herman Yoseph Muller tercatat sebagai orang pertama yang berhasil melakukan mutasi buatan dgn percobaannya pada lalat buah dengan menggunakan sinar X.

Mutasi2 yg terjadi pada hewan dalam peliharaan/tangkapan, bisa disengaja bisa juga tidak disengaja. Biasanya, hasil mutasi ini dibreed secara aktif utk menhasilkan varian-varian bahkan spesies baru.

Pada hamster campbell. Ke-5 warna dasar bermutasi secara alamiah. Ada yg disebut agouti colors (argente, opal) krn bermutasi menjadi warna lain namun tetap membawa pola agouti. Ada pula yg disebut self colors/solid colors, krn tak lagi menampilkan pola agouti (yaitu Black dan Albino). Kapan utasi-mutasi ini terjadi dan dimna apertama kali ditemukan? Liat tabel di bawah. Adapun pemunculan warna lain yg merupakan percampuran 2-4 gen warna yg kita kenal saat ini, adalah "buah tangan" manusia...

Mutasi Campbell

Colour                Genetic Symbol                Country                    Date
Satin                                sa                                  UK                          1981
Albino                               c                               Hungary                     1988
Mottled                            Mo                                  UK                          1991
Ruby Eyed Mottled          Mi                                   UK                          1991
Platinum                           Si                                    UK                          1991
Wavy                              wa                                   UK                          1991
Argente                            p                                 Russia                       1993

Black Eyed Argente          b                                   USA                         1993
Opal                                 d                                 Canada                      1993
Black                                a                                  Europe                       1997
Rex                                 rx                                    UK                          1999


Mutasi Winter White

Colour                       Genetic Symbol                 Country                      Date
Sapphire                                 d                                     UK                           1980-an
Pearl                                      Pe                                    UK                            1988
Imperial/White Bellied           Wh                                  USA                          1993
Mosaic                                    ?                                     USA                          1990-an
Merle                                      ?                                     USA                         1990-an
 


Mutasi Syrian

Colour                                               Genetic Symbol              Country               Date

Piebald (diyakini sdh musnah)                         s                                 USA                   1948

Ruby Eyed                                                      ru                                 UK                    1948

Mottled White (musnah)                                  ?                                 USA                  1949
Black Eyed Cream                                            e                                 UK                    1951
Dark Eared White                                           cd                                USA                   1952
Banded                                                           Ba                                USA                   1957
Cinnamon                                                       p                                  USA                   1958
Anopthalmic White                                         Wh                              USA                    1958
Rust                                                                b                             Unknown                1961
Yellow                                                            To                            Unknown                1962
Dominant Spot                                               Ds                               USA                     1964
Dark Grey                                                      dg                                USA                    1964
Light Grey                                                      Lg                             Unknown                1965
Satin                                                              Sa                            Unknown                1968
Rex                                                                rx                            Unknown                  1970
Hairless                                                         fd                             Unknown            pre 1972
Long Haired                                                   l                                  USA                       1972
Umbrous                                                       U                               Unknown                   1975
Black                                                             a                                France                  1985/86
Silver Grey                                                    Sg                            Unknown                1985/86
Blue                                                              d                                Holland                   2010

Cat: Coba tengok situs BLue Hamster di sini: http://syrian.bluehamsters.com/


Nih tambahan hasil copas dan terjemahan bebas ttg a-z ttg mutasi ...

Istilah mutasi petama kali digunakan oleh Hugo de Vries, untuk mengemukakan adanya perubahan fenotipe yang mendadak pada bunga Oenothera lamarckiana dan bersifat menurun.

Ternyata perubahan tersebut terjadi karena adanya penyimpangan dari kromosomnya. Seth wright juga melaporkan peristiwa mutasi pada domba jenis Ancon yang berkaki pendek dan bersifat menurun. Penelitian ilmiah tentang mutasi dilakukan pula oleh Morgan (1910) dengan menggunakan Drosophila melanogaster (lalat buah). Akhirnya murid Morgan yang bernama Herman Yoseph Muller berhasil dalam percobaannya terhadap lalat buah, yaitu menemukan mutasi buatan dengan menggunakan sinar X (Anonim, 2009).

Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom yang terjadi secaratiba-tiba, acak, dan merupakan dasar bagi sumber variasi organisme hidup yang bersifat terwariskan (heritable). Mutasi pada tingkat kromosomal biasanya disebut aberasi.

Mutasi pada gen dapat mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi dasar bagi kalangan pendukung evolusi mengenai munculnya variasi-variasi baru pada spesies. Mutasi terjadi pada frekuensi rendah di alam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000 individu. Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen), radiasi surya maupun radioaktif , serta loncatan energi listrik seperti petir.

Individu yang memperlihatkan perubahan sifat (fenotip) akibat mutasi disebut mutan. Dalam kajian genetik, mutan biasa dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami perubahan sifat (individu tipe liar atau "wild type"). Mutasi juga dapat diartikan sebagai perubahan struktural atau komposisi genom suatu jasad yang dapat terjadi karena faktor luar (mutagen) atau karena kesalahan replikasi. Peristiwa terjadinya mutasi disebut mutagenesis. Makhluk hidup yang mengalami mutasi disebut mutan dan factor penyebab mutasi disebut mutagen (mutagenic agent). Perubahan urutan nukleotida yang menyebabkan protein yang dihasilkan tidak dapat berfungsi baik dalam sel dan sel tidak mampu mentolerir inaktifnya protein tersebut, maka akan menyebabkan kematian (lethal mutation).

Jenis-jenis Mutasi

1. Menurut Kejadiannya

Mutasi dapat terjadi secara spontan (spontaneous mutation) dan juga dapat terjadi
melalui induksi (induced mutation). Mutasi spontan adalah mutasi (perubahan materi genetik) yang terjadi akibat adanya sesuatu pengaruh yang tidak jelas, baik dari lingkungan luar maupun dari internal organisme itu sendiri. Sedangkan mutasi terinduksi adalah mutasi yang terjadi akibat paparan dari sesuatu yang jelas, misalnya paparan sinar UV. Secara mendasar tidak terdapat perbedaan antara mutasi yang terjadi secara alami dan mutasi hasil induksi.

2. Berdasarkan Sel yang Bermutasi

Berdasarkan jenis sel yang mengalami mutasi, mutasi dibedakan atas mutasi somatik dan mutasi gametik atau germinal. Mutasi somatik adalah mutasi yang terjadi pada sel-sel somatik. Sedangkan mutasi gametik atau germinal adalah mutasi yang terjadi pada sel gamet. Mutasi somatik dapat diturunkan dan dapat pula tidak diturunkan. Sedangkan mutasi gametik, karena terjadinya di sel gamet, maka akan diwariskan oleh keturunannya.

3. Berdasarkan Bagian yang Bermutasi

Berdasarkan bagian yang bermutasi, mutasi dibedakan menjadi mutasi DNA, mutasi gen dan mutasi kromosom.

1) Mutasi DNA
Mutasi DNA terdiri atas:
a. Mutasi transisi, yaitu suatu pergantian basa purin dengan basa purin lain atau pergantian basa pirimidin dengan basa pirimidin lain; atau disebut juga pergantian suatu pasangan basa purin-pirimidin dengan pasangan purin-pirimidin lain. Misalnya:

ATàGS, GSàAT, SGàTA.

b. Mutasi tranversi, yaitu suatu pergantian antara purin dengan pirimidin pada posisi yang sama.
 c. Insersi, yaitu penambahan satu atau lebih pasangan nukleotida pada suatu gen.
d. Delesi, yaitu pengurangan satu atau lebih pasangan nukleotida pada suatu gen.

2) Mutasi Gen
Mutasi gen adalah mutasi yang terjadi dalam lingkup gen. Peristiwa yang terjadi pada mutasi gen adalah perubahan urutan-urutan DNA. Jenis-jenis mutasi gen adalah sebagai berikut.

>Mutasi salah arti (missens mutation), yaitu perubahan suatu kode genetic (umumnya pada posisi 1 dan 2 pada kodon) sehingga menyebabkan asam amino terkait (pada polipeptida) berubah. Jenis mutasi ini dapat disebabkan oleh peristiwa transisi dan transversi.

>Mutasi diam (silent mutation), yaitu perubahan suatu pasangan basa dalam gen (pada posisi 3 kodon) yang menimbulkan perubahan satu kode genetik tetapi tidak mengakibatkan perubahan atau pergantian asam amino yang dikode. Mutasi diam biasanya disebabkan karena terjadinya mutasi transisi dan tranversi.

>Mutasi tanpa arti (nonsense mutation), yaitu perubahan kodon asam amino tertentu menjadi kodon stop. Hampir semua mutasi tanpa arti mengarah pada inaktifnya suatu protein sehingga menghasilkan fenotip mutan. Mutasi ini dapat terjadi baik oleh tranversi, transisi, delesi, maupun insersi.

3). Mutasi kromosom
Mutasi kromosom yaitu mutasi yang disebabkan karena perubahan struktur kromosom atau perubahan jumlah kromosom. Mutasi kromosom sering terjadi karena kesalahan pada meiosis maupun pada mitosis. Pada prinsipnya, mutasi kromosom digolongkan rnenjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a) Mutasi Komosom Akibat Perubahan Jumlah Kromosom
Mutasi kromosom yang terjadi karena perubahan jumlah kromosom (ploid) melibatkan kehilangan atau penambahan perangkat kromosom (genom) disebut euploid, sedang yang hanva terjadi pada salah satu kromosom dari genorn disebut aneuploid.

a. Euploid (eu = benar; ploid = unit)
Yaitu jenis mutasi dimana terjadi perubahan pada jumlah n. Makhluk hidup yang terjadi dari perkembangbiakan secara kawin, pada umumnya bersifat diploid, memiliki 2 perangkat kromosom atau 2 genom pada sel somatisnya (2n kromosom). Organismee yang kehilangan I set kromosomnya sehingga memiliki satu genom atau satu perangkat kromosom (n kromosom) dalam sel somatisnya disebut monoploid. Sedang organisme yang memiliki lebih dari dua genom disebut poliploid. Mutasi poliploid ada dua, yaitu (1) autopoliploid yang terjadi akibat n-nya mengganda sendiri karena kesalahan meiosis dan terjadi pada krornosom homolog, misalnya semangka tak berbiji; dan (2) alopoIiploid yang terjadi karena perkawinan atau hybrid antara spesies yang berbeda jumlah set kromosomnya dan terjadi pada kromosom non homolog, misalnya Rhaphanobrassica (akar seperti kol, daun mirip lobak).

b. Aneuploid (an = tidak; eu = benar; Ploid = Unit)
Yaitu jenis mutasi dimana terjadi perubahan jumlah kromosom. Mutasi kromosom ini tidak melibatkan seluruh genom yang berubah, rnelainkan hanya terjadi pada salah satu kromosom dari genom. Mutasi ini disebut juga dengan istilah aneusomik. Penyebab mutasi ini adalah anafase lag (peristiwa tidak melekatnya benang-benang spindle ke sentromer) dan nondisjunction (gagal berpisal).

Macam-macam aneusomik antara lain sebagai berikut.
1) monosomik (2n-1); yaitu mutasi karena kekurangan satu kromosom,
2) nullisomik (2n-2); yaitu mutasi karena kekurangan dua kromosom
3) trisomik (2n + 1); yaitu mutasi karena kelebihan satu kromosom,
4) tetrasomik (2n * 2); yaitu mutasi karena kelebihan dua kromosom.

Aneusomi pada manusia dapat menyebabkan:
    Sindrom Turner, dengan kariotipe (22AA+X0). Jumlah kromosomnya 45 dan kehilangan 1 kromosom kelamin. Penderita Sindrom Turner berjenis kelamin wanita, namun ovumnya tidak berkembang (ovaricular disgenesis).
    Sindrom Klinefelter, kariotipe (22 AA+XXY), mengalami trisomik pada kromosom gonosom. Penderita Sindrom Klinefelter berjenis kelamin laki-laki, namun testisnya tidak berkembang (testicular disgenesis) sehingga tidak bisa menghasilkan sperma (aspermia) dan mandul (gynaecomastis) serta payudaranya tumbuh.
    Sindrom Jacobs, kariotipe (22AA+XYY), trisomik pada kromosom gonosom. Penderita sindrom ini umumnya berwajah kriminal, suka menusuk-nusuk mata dengan benda tajam, seperti pensil,dll dan juga sering berbuat kriminal. Penelitian di luar negeri mengatakan bahwa sebagian besar orang-orang yang masuk penjara adalah orang-orang yang menderita Sindrom Jacobs.
    Sindrom Patau, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik pada kromosom autosom. kromosom autosomnya mengalami kelainan pada kromosom nomor 13, 14, atau 15.

b). Mutasi Kromosom Akibat Perubahan Struktur Kromosom
 Mutasi karena perubahan struktur kromosom atau kerusakan bentuk kromosom disebut juga dengan istilah aberasi. Macam-macam aberasi dapat dijelaskan sebagai berikut.

1.) Delesi atau defisiensi
Delesi adalah mutasi karena kekurangan segmen kromosom. Penghilangan dapat terjadi pada segmen panjang lengan kromosom seperti yang dilaporkan pada tanaman gandum. Tergantung
pada gen dan tingkat ploidi, defisiensi dapat menyebabkan kematian, separuh kematian, atau menurunkan viabilitas. Pada tanaman defisiensi yang ditimbulkan oleh perlakuan bahan mutagen (radiasi) sering ditunjukkan dengan munculnya mutasi klorofil. Kejadian mutasi klorofil biasanya dapat diamati pada stadia muda (seedling stag), yaitu dengan adanya perubahan warna pada daun tanaman.

Macam-macam delesi antara lain:
1.    Delesi terminal; ialah delesi yang kehilangan ujung segmen kromosom.
2.    Delesi intertitial; ialah delesi yang kehilangan bagian tengah kromosom.
3.    Delesi cincin; ialah delesi yang kehilangan segmen kromosom sehingga berbentuk lingkaran seperti cincin.
4.    Delesi loop; ialah delesi cincin yang membentuk lengkungan pada kromosom lainnya.

2.) Duplikasi
Mutasi karena kelebihan segmen kromosom. Mutasi ini terjadi pada waktu meiosis, sehingga memungkinkan adanya kromosom lain (homolognya) yang tetap normal. Duplikasi menampilkan cara peningkatan jumlah gen pada kondisi diploid. Dulikasi dapat terjadi melalui beberapa cara seperti: pematahan kromosom yang kemudian diikuti dengan transposisi segmen yang patah, penyimpangan dari mekanisme crossing-over pada meiosis (fase pembelahan sel), rekombinasi kromosom saat terjadi translokasi, sebagai konsekuensi dari inversi heterosigot, dan sebagai konsekuensi dari perlakuan bahan mutagen. Beberapa kejadian duplikasi telah dilaporkan dapat miningkatkan viabilitas tanaman. Pengaruh radiasi terhadap duplikasi kromosom telah banyak dipelajari pada bermacam jenis tanaman seperti jagung, kapas, dan barley.

3.) Translokasi.
Translokasi ialah mutasi yang mengalami pertukaran segmen kromosom ke kromosom non homolog. Macam-macam translokasi antara lain sebagai berikut.

>Translokasi homozigot (resiprok)
Translokasi homo zigot ialah translokasi yang mengalami pertukaran segmen kedua kromosom homolog dengan segmen kedua kromosom non homolog.
>Translokasi heterozigot (non resiprok)
Translokasi heterozigot ialah translokasi yang hanya mengalami pertukaran satu segmen kromosom ke satu segmen kromosom nonhomolog.

Lebih Jauh ttg Punnet Square dan Contohnya dalam Campbell


Lebih Jauh ttg Punnet Square dan Contohnya dalam Campbell
by: Andi Nursaiful/berbagai sumber

Sebagian besar orang yang tidak memiliki latar belakang tentang ilmu biologi, mungkin masih cukup asing dengan Punnet Square. Ini adalah diagram atau tabulasi yg digunakan sebagai alat untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan gen anakan yang bakal dibawa/muncul dalam perkawinan/persilangan dua makhluk hidup, termasuk tanaman.

Punnet Square diciptakan oleh Reginald C. Punnett, daqn umum digunakan oleh para ahli biologi untuk mencari tahu semua kemungkinan yang bisa muncul dari sebuah persilangan/perkawinan. Syaratnya, kedua orang tua (jantan dan betina) harus diketahui secara persis atau teridentifikasi dengan benar genetika warna bawaan dan pola/corak/bentuk bawaan.

Punnet Square umumya diterapkan untuk perkawinan/persilangan monohibrid (satu alel) dan dihibrid//multihibrid (dua atau lebih alel, atau persilangan gen heterozigot). Khusus untuk dihibrid, Punnet Square hanya efektif jika masing-masing gen independen (lihat contoh di bawah).

Untuk menerapkan Punnet Quare, terlebih kita terlebih dulu harus memahami konsep dasar mengenai karakter gen resesif dan dominan. Gen yag bersifat resesif diberi kode dgn huruf kecil, sementara gen berkarakter dominan dikodekan dengan huruf besar.

Contoh Monohibrid
Dalam contoh ini, jantan dan betina memiliki kode gen Bb (ini kode gen tikus). Oleh sebab itu, kemungkinan alel yg dibawa adalah B (hitam) atau b (white). Kalo dimasukkan dalam tabelnya Punnet, maka hasilnya sbb:

                  Betina
                    B   b
Jantan   B   BB  Bb
              b   Bb  Bb


Hrs diingat bahwa Punnet Squares hanya menggambarkan kemungkinan genotip, bukan fenotip.
Alel yang bersifat dominan (B) akan menutupi (masking) alel yang resesif. Maka dari tabel di atas, hasilnya:
Kemungkinan-kemungkinan genotip: 25% BB, 25% bb, dan 50% Bb.
Kemungkinan-kemungkinan fenotip: 75% hitam (BB dan Bb), dan 25% putih (bb).
Tipe rasionya adalah 3:1 (ini rasio tipikal utk monohibrid)

Contoh Dihibrid
Dalam contoh ini, yang disilang adalah tanaman kacang-kacangan. MAsing-masing berkode gen yg sama dan heterozigot, yaitu RrYy x RrYy. Ini adalah dua kacang yg secara FISIK berbentuk bulat dan berwarna kuning, tapi MEMBAWA gen warna hijau dan bentuk keriput.

- R = melambangkan alel dominan untuk kacang bulat
- r = melambangkan alel resesif untuk kacang keriput
- Y = melambangkan alel dominan untuk warna kacang kuning
- y = melambangkan alel resesif untuk warna kacang hijau

Karena masing-masing gen bentuk dan warna di sini independen, maka kemungkinan-kemungkinan variasinya adalah: RY, Ry, rY and ry.

Coba kita masukkan dalam diagram Punnet.

            RY       Ry        rY        ry

RY    RRYY    RRYy    RrYY    RrYy
Ry    RRYy    RRyy    RrYy    Rryy
rY     RrYY     RrYy     rrYY     rrYy
ry     RrYy     Rryy     rrYy     rryy


Kemungkinan-kemungkinan fenotip:
- 9 kuning bulat (RRYY, RRYy, RrYY, RrYy, RRYy, RrYy, RrYY, RrYy, RrYy)
- 3 hijau bulat (RRyy, Rryy, Rryy)
- 3 kuning keriput (rrYY, rrYy, rrYy)
- 1 hijau kriput (rryy).

Rasionya: 9:3:3:1 (ini tipikal utk persilangan dihibrid)

Kemungkinan-kemungkinan genotip??? Silakan diurai sendiri... hehehe. Kalo paham yg diatas, pasti bisa mengurainya...

Lantas bagaimana jika Punnet Square kita terapkan dalam perkawinan/persilangan warna/pola/corak hamster?

Di sini ada sedikit kendala, karena semua gen warna di campbell bersifat resesif. Yg bersifat dominan hanya gen pola/corak. Kita tahu bahwa warna campbell baru muncul secara fisik jika dua gen resesif bertemu pasangan (misalnya aa = black, aadd = opal, dst).

Jika tidak ketemu, maka yg tampak adalah warna default/warna asli Agouti walaupun bawaan gennya bisa berbeda (misalnya, Black yang membawa gen opal dan albino = aaDdCc)

Contoh
Aku kasih contoh perkawinan antara jantan Black yang membawa gen opal dan albino (aaDdCc) x betina Opal yg membawa gen argente red eyed dan black(ddPpAa).

Pertama kita harus buat dulu variasi gen yg bisa dimiliki jantan Black: yaitu aDC (normal/agouti), adc (normal/agouti), adC (normal/agouti), dan aDc (normal/agouti)

Kedua, kita buat variasi gen yg bisa dimiliki betina opal: Yaitu dPA (normal/agouti), dpa (normal/agouti), dpA (normal/agouti), dan dPa (normal/agouti).

Setelah variasi gen jantan dan betina sudah diperoleh, barulah kode-kode gen itu kita masukkan ke punnet square:

            aDC          adc         adC         aDc
dPA   aAdDPC   ddaAPc   ddaAPC   dDaAPc
dpa   aadDpC    aaddpc   aaddpC   aadDpc
dpA   aAdDpC   ddaApc   ddaApC   aAdDpc
dPa   aadDPC    aaddPc   aaddPC   aadDPc

Perhatikan, ada 16 kotak kemungkinan dalam tabel ini. Berarti kemungkinannya /16. Kalo gen resesif gak ketemu pasangan, maka gen warnanya tidak akan muncul secara fisik, alias kembali ke agouti (++) sebagai defaultnya/warna aslinya hamster. Dalam tabel di atas:

- Probabilitas Agoti (++) = 4/16.
- Probabilitas Black (aa) = 4/16
- Probabilitas opal (dd) = 4/16
- Probabilitas Blue (aadd)= 4/16
- Probabilitas Argente RE = 0/16 (krn tidak ada gen Argente RE yg ketemu jodoh)
- Probabilitas Albino = 0/16 (krn tidak ada gen Albino yg ketemu jodoh)

Meski demikian, semua anakan tetap akan membawa/carier gen Argente RE dan Albino.

Seperti yang kita percaya, tak ada yang sempurna di muka bumi, maka Punnet Square pun tidaklah sempurna. Ada bbrpa keadaan atau situasi di mana diagram ini harus kita terapkan secara hati-hati.

Rasio tipikal fenotip 3:1 dan 9:3:3:1 merupakan prediksi teoritis yang didasarkan pada asumsi pemisahan dan percampuran alel yang independen. Deviasi sangat mungkin terjadi dalam beberapa keadaan/situasi sbb:

- Alel-alel berada di kromosom yg sama dan saling terkait.
- Salah satu ortu, kehilangan kopi gen, misalnya, seorang laki-laki hanya memiliki satu kromosom X dari ibunya, sehingga hanya alel dari ibu yang akan memberi pengaruh
- Tingkat hidup dari anakan tidaklah sama. Shg sangat mungkin ada variasi yang tidak sampai lahir. (ini pernah aku singgung dlm tulisan soal rumus gen campbell)
- alel bisa mengalami keadaan incomplete dominance atau co-dominance
- Terjadi interaksi genetika (disebut epistasis) antara alel-alel dari gen yang berbeda.
- Sifat gen hanya diwariskan dari satu ortu.

Nah, ini hanya deskripsi sederhana dari Punnet Square agar kita bisa lebih memahami hasil perkawinan dan persilangan warna hamster2 kita. Bagi temen-temen yang merasa puyeng (spt saya) dan tidak mau pusing, yah gak usah dipikirin terlalu jauh. Pikirin aja bagaimana membuat agar hamster Indonesia bisa lebih diakui. Minimal dgn tidak sok tau melakukan persilangan-persilangan yg tidak pada tempatnya.