Tampilkan postingan dengan label Perawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perawatan. Tampilkan semua postingan

Tips Menjinakan Hamster


Tips Menjinakkan Hamster
by: Andi Nursaiful

Sebelumnya terlebih dulu harus dipahami bahwa hamster pada dasarnya bukan hewan agresif, apalagi buas, dan suka menyerang makhluk hiduo lain. Sebaliknya, hamster adalah hewan yang lebih sering jadi mangsa di habitatnya. Baik itu Syrian, maupun Dwarf Hamster (Campbell, WW/Hibrid, dan Roborovski).

Oleh sebab itu, hamster diberi indera penciuman yang tajam oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk mengenali bau predator/pemangsa dari jarak jauh sekalipun. Bau apapun yang asing, akan dianggap sebagai predator.

Berdasarkan penelitian M. Elsbeth McPhee, Andrea Segal, dan Robert E. Johnston (diterbitkan pada 22 Maret 2010 oleh Blackwell Verlag GmbH), Syrian menggunakan sensor penciuman untuk berbagai keperluan: mengenali kerabat, hamster lain, status reproduksi (lagi siap kawin atau belum), dan mengenali bau predator. Informasi mengenai bau itu disimpan dalam meori, sehingga ketika bau itu muncul, si hamster bisa bereaksi lebih dulu.

Berdasarkan penelitian ilmiah itu juga, diketahui bahwa hamster akan lebih banyak berada di tempat persembunyian jika mendeteksi ada bau predator di lingkungan sekitarnya.

Lantas siapa yang dianggap predator oleh hamster? Kalau di alamnya sudah jelas, yakni semacam hewan Weasel atau spesies ferret lainnya. Tapi bagi hamster captivity yang berada di rumah-rumah pemiliknya, semua bau asing akan dianggap sebagai predator.

Satu hal yang juga patut diingat, hamster adalah hewan territorial. Yaitu hewan yang menandai wilayah kekuasaannya. Jika ada bau asing yang masuk ke wilayahnya, maka mereka akan bereaksi mengusir dengan cara menyerang.

Lantas kenapa ada hamster yang sangat jinak, ada yang separuh jinak, dan ada pula yang tampak "buas" dan gemar menyerang apa saja yang masuk ke kandangnya/wilayahnya?

Berdasarkan pengalaman pribadi, dan juga dikuatkan dari pengalaman orang lain, plus diperkuat lagi dengan hasil penelitian dan riset lainnya, maka agresivitas seekor hamster bisa dipengaruhi oleh beberapa hal:

- Pemahaman pemiliknya soal kesejatian hamster
- Keadaan wilayah/kandang pemeliharaan
- Lingkungan sekitar kandang
- Pengalaman traumatis dan stres
- - Perlakuan pemilik/mantan pemiliknya
- Cara memegang/menangkap
- Hamster dalam keadaan hamil dan mengasuh anak-anaknya
- Cara breeding yang tidak benar dan Kualitas indukan


Pemahaman pemiliknya soal kesejatian hamster menjadi faktor penting yang nmembuat hamster bisa menjadi agresif, atau sebaliknya dari agresif menjadi sangat jinak.

Seperti sudah dibahas sebelumnya, hamster adalah hewan mangsa yang selalu merasa terancam oleh bau yang asing, ataupun lingkungan yang asing. Hamster juga menandai wilayahnya dan akan bertindak jika wilayahnya diinvasi.

Karena satu dan lain hal, seekor hamster bisa menjadi sangat terotorial, protektif, dan agresif. Di sini sang pemilik yang harus melakukan sesuatu untuk mengajari hamsternya bahwa "invasi" kita terhadap wilayahnya tidak akan melukai. Singkatnya, bagaimana menanamkan kepercayaan kepada si hamster bahwa sang pemilik bukanlah ancaman.

Seekor hamster yang menggigit pemiliknya, kemudian sang pemilik tak berani lagi memegangnya, akan menjadi semakin agresif. Si hamster berpikir bahwa dia telah berhasil mengusir "penjajah" dan penyerang. Maka ketika bau "si penyerang" datang lagi, maka dia akan lebih agresif menyerang. Menggunakan sarung tangan untuk memegang hamster justru menjadi bumerangh, dan akan makin "menjauhkan" hubungan pemilik dengan hamsternya.

Oleh sebab itu, jika hamster Anda menggigit, usahakan untuk memegangnya dan "menjelaskan" padanya bahwa Anda tidak bermaksud jahat (lihat tipsnya di bagian lain tulisan).

Berdasarkan keadaan wilayah/kandang pemeliharaan, seorang pakar hamster dari AS mengisahkan, pernah memiliki seekor Syrian betina yang sangat jinak. Namun ketika berpindah pemilik, hamster tersebut berubah jadi sangat agresif.

Usut punya usut ternyata perubahan karakter itu disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, serbuk yang digunakan adalah kayu cedar/pinus. Ini membuat mata si hamster selalu iritasi, tak nyaman, sehingga cenderung agresif.

Kedua, pemilik memberikan kertas tisu sebagai sarang-sarangan, namun setiap hari diganti dengan yang bersih. Ini membuat hamsternya stres karena baru saja selesai membangun sarang, tisunya diambil dan diganti lagi. Ini membuat hamster tersebut selalu merasa asing dengan lingkungannya, dan cenderung stres dan tidak nyaman.

Oleh sebab itu, pada saat mengganti serbuk yang sudah bau, usahakan menyisakan sedikit serbuk yang kering (tapi sudah dibaui oleh hamster), untuk ditaburkan di atas serbuk baru. Ini akan membuat si hamster merasa at home.

Lingkungan sekitar kandang yang tidak nyaman, seperti suhu terlalu panas, bising, dan polusi udara (termasuk asap dari dapur), dan keberadaan hewan lain di sekitarnya, juga bisa membuat hamster tidak nyaman, stres dan cenderung agresif.

Pengalaman traumatis seekor hamster, pun bisa membuatnya jadi agresif. Seekor hamster yang kerap jadi 'bulan-bulanan' oleh hamster lain di dalam satu kandang, akan menjadi agresif. Sebaliknya, seekor hamster yang menjadi 'jagoan' di dalam komunitas di satu kandang, juga cenderung agresif.

Oleh sebab itu, jika ada hamster yang terus-terusan diserang, maka segera pisahkan si biang kerok. Jika yang diserang luka-luka, maka sebaiknya si korban diisolasi dulu sampai sembuh.

Perlakuan pemilik/mantan pemilik terhadap hamster juga akan mempengaruhi perkembangan karakter si hamster. Jika, misalnya, sang peternak membiasakan memindahkan hamster dengan melempar atau mencubit bagian punggung (biasanya dilakukan biar cepat dan tidak kena gigit), maka si hamster akan menjadi agresif terhadap bau manusia (bau yang selama ini menyakiti mereka).

Terlalu lama membiarkan hamster di dalam kandang tanpa sekalipun diajak bermain di luar kandang untuk mengenali dunia baru, dan juga bau baru, pun bisa membuat hamster kita stres dan menjadi agresif kala mau dipegang.

Cara memegang yang tidak tepat juga bisa membuat hamster balas menggigit karena merasa kesakitan. Seperti kita tau, hamster adalah hewan mungil, dengan organ tubuh yang juga sangat mungil. Mungkin saja saat memegangnya, kita khawatir jatuh atau lepas, maka dengan tidak sadar kita mencengkeram terlalu kuat, atau menekan bagian tubuh yang membuatnya kesakitan.

Hamster juga mudah kaget dan bereaksi spontan untuk menggigit jika kita melakukan gerakan tiba-tiba saat memegangnya. Oleh sebab itu, usahakan memegang hamster Anda dengan lembut. Sebagai tambahan, hamster tidak senang jika kepalanya dipegang, terutama Syrian.

Induk hamster, terutama betina, cenderung lebih protektif dan agresif saat hamil dan mengasuh anak-anaknya. Oleh sebab itu, sebaiknya perhatikan dan amati tanda-tanda fisik hamster Anda dan pertimbangkan situasi itu sebelum "bersosialisasi" dengan mereka. Meskipun, hamster yang jinak total, tetap akan jinak meskopuns edang hamil dan menyusui.

Nah, biasanya hamster yang seperti ini, merupakan hasil selective breeding, dan dibreed dengan cara yang tepat. Misalnya, pemilihan indukan yang sehat secara lahir bathin (maksudnya fisik dan psikologis/karakter), perawatan maksimal, nutrisi tepat, lingkungan yang ideal, dan perlakukan pemilik/peternak yang tepat.


Lantas bagaimana menjinakkan hamster yang terlanjut agresif dan "buas"??? Berikut ini tipsnya:

- Perkenalkan dia dengan benda asing, seperti penggaris atau tongkat kecil. Ini akan dianggap sebuah invasi. Biarkan dia menyerang "penyusup" itu sampai bosan dan akhirnya ditinggal. Biarkan beberapa saat baru dipindahkan. Ulangi latihan ini setiap hari. Si hamster akan mulai belajar bahwa menyerang si penyusup ternyata cuma sia-sia, tidak membuat sang penyusup takut dan kabur. Tapi ia juga akan belajar bahwa si "penyusup" itu bukan ancaman dan tidak melukai.

- Berikutnya perkenalkan benda lain, dan ulangi latihan seperti di atas. Jika perlu perkenalkan beberapa benda asing lain. Segera dia akan paham bahwa menyerang sesuatu yg asing di wilayahnya, hanya sia-sia belaka. Di saat bersamaan, dia mulai curious, tertarik ingin tahu apa sih sebetulnya yang masuk ke wilayahnya? Rasa penasaran ini akan lebih mendominasi ketimbang reaksi untuk menyerang.

- Di saat si hamster mulai mau menerima benda asing apapun yang dimasukkan ke wilayahnya, maka Anda sudah bisa memperkenalkan tangan dan bau Anda. Mungkin awalnya dia akan mendekat penasaran, mengendus, lalu mulai "mencicip" tangan Anda. Sebaiknya tahan dan jangan menarik tangan. Lagipula, hamster yang hanya berniat mencicip, tidak akan menyakiti Anda.

- Tapi tetap ada kemungkinan dia akan menggigit. Jika ini terjadi, usahakan untuk tidak menarik tangan secara tiba-tiba. Anda bisa meniup wajahnya dengan pelan. Ini akan membuatnya mundur, tanpa harus menyakitinya (jika ternyata kekagetan Anda membuatnya terbanting atau terlempar).

- Jika anda masih "trauma" dengan gigitan, bisa menggunakan gelas plastik atau wadah kecil lainnya untuk mengambil si hamster. Selanjutnya tuang ke tangan Anda dan usahakan mengelusnya dengan lembut. Si hamster pasti akan panik sebentar dan berusaha kabur, bahkan mencoba menggigit. Usahakan tidak sampai terjatuh dan jangan beri ruang/kesempatan untuk menggigit, dengan cara memindahkan dari tangan satu ke tangan lainnya. Cara ini bisa langsung diterapkan pada hamster "galak" jika Anda percaya diri, tapi andai belum berani dan tidak yakin, bisa ditempuh prosedur pelatihan seperti yang dijelaskan sebelumnya.

- Sebelum memgang hamster, usahakan cuci tangan. Karena tangan kita bisa saja membawa bau asing bagi si hamster. Jangan pakai sabun wangi yang baunya tajam.

- Hamster juga bisa bereaksi negatif jika dipegang tiba-tiba saat tidur.

- Anda bisa melatih hamster Anda semakin jinak dengan rutin memasukkan tangan ke kandang/akuarium beberapa lama (10 menit sambil baca buku juga oke) dan membiarkan dia mendekat, dan mencicip tangan Anda.

- Jangan mencoba menangkap dengan tangan secara langsung karena akan membuatnya kaget dan berusaha melawan. Buat hamster, tangan kita ibarat cakar burung pemangsa yang siap menerkam. Biarkan dia sendiri yang menyelidiki dan akhirnya naik sendiri ke tangan Anda.

- Last but not least..., dibutuhkan kesabaran tinggi untuk melatih dan menjinakkan hamster yangs duah terlanjur agresif karena satu dan lain hal. JIka Anda memang mencintai hewan peliharaan Anda, maka sedikit kesabaran tidak akam membuat Anda rugi. Sebaliknya, Anda akan senang memiliki hewan yang benar-benar sebagai pet, bukan hanya koleksi.


Pengasuhan Manusia vs Alam


Pengasuhan Manusia Vs Di Alam (sebuah pendekatan)
Oleh Nur Asriah
Hamster: Pemeliharaan Kita Vs Alami
Joy G. Kerr


Sejak aku memfokuskan diri bidang psikologi, aku tertarik untuk melakukan proyek yang akan menggabungkan informasi yang aku belajari di subjek biologi untuk sebuah materi pelajaran yang menarik bagi saya dalam ilmu psikolog. Saya memilih untuk menggunakan hamster karena mereka menyenangkan untuk di amati dan aku pastinya akan lebih senang  untuk merekam data dalam rangka untuk melakukan proyek ^^. Hipotesis tentang percobaan adalah untuk menentukan apakah memelihara hamster  telah mempengaruhi perilaku, hubungan dg hamster lain, tingkat aktivitas, kecerdasan, dan ukuran.


Metode:
Untuk memulai percobaan saya membeli dua hamster yang berasal dari family yang sama. Usia hamster tiga minggu ketika dibeli. Setiap hamster ditempatkan dalam kandang individu, tetapi identik, kecuali untuk mainan: Subjek A (Rainey) memiliki mainan kayu sementara Subject B (Abbey) memiliki mainan karet. Perihal A mendapat sepotong jaringan yang termasuk bau manusia. Setiap hamster memiliki roda latihan, botol air, mangkuk makanan, dan mengunyah tongkat. Kedua hamster ditempatkan dalam ruang di mana sebagian besar kegiatan rumah tangga terjadi, kandang-kandang ditempatkan di sedikitnya lima meter dari satu sama lain.
Mulai hari pertama, dan setiap hari setelahnya, Subjek A setiap pagi disambut oleh seseorang dalam keluarga dengan sepotong tabik, ia kemudian akan dijemput dan ditahan di dalam telapak tangan kita. Kami akan menempatkan dia di sebuah bola latihan dan biarkan berjalan di sekitar dapur untuk lima belas menit dan kemudian tempat kembali di kandangnya. Di 06:00 dan sekali lagi pada pukul 10:00, setiap hari, ia akan disambut lagi dan kemudian ditempatkan dalam bola-nya untuk latihan tambahan. Seseorang dalam keluarga akan berinteraksi dengan secara teratur saat dia tidak tidur.
Subject B hanya mendapat perhatian ketika kandangnya dibersihkan. Setiap hari kedua dia akan ditempatkan di bola latihan. Dia tidak menerima memperlakukan dan menerima sangat sedikit interaksi dengan anggota keluarga lainnya.


Latar Belakang Informasi Mengenai Hamster
Hamster ditemukan oleh seorang ahli zoologi Inggris, George Waterhouse, sekitar 1839. Karena binatang dengan cepat menjadi terbiasa hidup dalam sangkar dan mudah untuk perawatan dan sangat produktif, mereka digunakan sebagai hewan laboratorium untuk penelitian medis. Kemudian mereka menjadi hewan peliharaan populer di Amerika dan di Eropa.
Hamster memiliki rahang kuat dengan dua gigi seri dan enam geraham. Gigi seri berbentuk pahat tidak memiliki akar dan tidak pernah berhenti tumbuh. Gigi seri tetap tajam melalui menggerogoti dan makan. pipi hamster itu berfungsi sebagai kantong dan digunakan untuk mengangkut makanan..hamster tidak bisa makan di tempat. Sebanyak 18 gram atau 1 / 2 ons makanan akan masuk ke dalam kantong. Untuk mengosongkan kantong, hamster akan menggunakan kaki depan mereka dan stroke pipi mereka. hamster akan mengisi pipi mereka dengan udara dalam rangka untuk mengintimidasi lawan menjadi mundur. Karakteristik lain khusus hamster adalah perut dua bilik. Makanan yg telah dicernakan sebelumnya di perut yang lebih besar, maka sepenuhnya dicerna di lambung utama atau grandular.
Kaki depan yang kuat dari hamster memungkinkan untuk memanjat, menggali, dan melakukan senam. Kaki belakang lemah hanya berfungsi sebagai dukungan untuk hewan untuk memanjat dan melompat.
Hamster memiliki mata relatif besar seperti yang binatang malam yang paling. Posisi sisi mata menyediakan hamster dengan pandangan yang baik di sekitar sehingga dapat dengan cepat melihat setiap musuh. kemampuan mendengar sangat baik pada hamster. Sangat mudah untuk melihat seekor hamster tersentak ketika mendengar suara bernada tinggi atau memekik. Hamster belajar dengan cepat untuk membedakan suara pengurus dari yang manusia lain.
Sebenarnya apa musuh golden hamster di habitat asli mereka Suriah tidak diketahui. Semua predator yang lebih besar dari hamster adalah musuh potensial, seperti rubah, kucing, Martens, elang kebanyakan, dan burung hantu. Makanan mereka terdiri dari kacang, jerami, buah, biji, dan sayuran. Mereka juga pemakan daging.

Hamster dikenal sebagai penyendiri. Mereka sangat agresif dengan hamster lain kecuali selama musim kawin. Mereka tidak membentuk pasangan atau kelompok.  Hamster betina akan membesarkannya bayinya sendiri. Dia akan memperlakukan mereka dengan hati-hati dan penuh kasih sampai mereka tiga sampai empat minggu, maka ia akan mengusir mereka..

Perbandingan Ukuran
Tiap subyek ditimbang pada awal proyek dan lagi sekali seminggu sesudahnya dengan menggunakan skala pengukuran makanan ons. Subject Sebuah beratnya setengah ons kurang dari Subjek B. Meskipun Subject A mendapat latihan lebih banyak dan berbagai memperlakukan, dia tetap lebih kecil dari B.

Hasil: Pemeliharaan tampaknya tidak mempengaruhi berat atau ukuran hamster. Ukuran hamster itu tampaknya lebih didasarkan pada genetika dari pada bagaimana hamster sedang dirawat.


Perbandingan Perilaku
Perihal A menjadi teman dengan sebagian besar keluarga dalam waktu lima hari. Dia akan berjalan ke tangan Anda dan membiarkan Anda menjemputnya keluar dari kandang. Sementara Subject B masih akan menggigit Anda jika dia mendapatkan kesempatan. Jika terpojok Subject B akan berpura pura mati yang merupakan perilaku khas hamster yang paling khas. Kandag Subject A cenderung berantakan dan belum ditetapkan sebagai kawasan tunggal untuk kepemilikan. Namun, dia tidak menimbun atau menyembunyikan makanannya. kandang Subjek B sangat rapi. Dia telah menetapkan satu titik, Dia mengosongkan mangkuk makanannya setiap malam dan menyembunyikan makanannya di mana dia tidur.. Subject B tidak bermain seperti Subjek A, dan ia tidur dua kali lebih lama Subject A.



Hubungan dengan hamster lain
Toko hewan peliharaan penjualan orang menyarankan bahwa kita tidak menempatkan hamster bersama-sama jika mereka disimpan terpisah untuk setiap jangka waktu. Dia meyakinkan kami bahwa mereka akan melawan. Oleh karena itu, kami memilih untuk tidak menempatkan hamster bersama-sama. Namun, kami melihat bahwa jika kita bertukar mainan dari satu kandang ke yang lain, hamster masing-masing akan menjadi sangat agresif dan terus menandai mainan sampai aroma dari hamster lain sudah pergi. Jika kita menukar mainan dan mainan dicuci sebelum menempatkannya di kandang lawan. Setiap hamster akan menyelidiki mainan tapi tidak agresif.


Tingkat Kegiatan
Kegiatan termasuk menggunakan roda latihan, menyelidiki mainan baru, menyembunyikan makanan, dan menggigit mengunyah mainan.
Subject A segera melompat pada roda latihan dan akan menggunakannya dengan penuh semangat setiap hari. Subject B butuh  beberapa hari menggunakan roda, ia masih tidak menggunakannya secara teratur setiap hari.
Subject A dimasukkan ke dalam  di bola dan segera mulai berputar. Subject B tidak roll bola sampai ketiga kalinya ia ditempatkan di bola. Umumnya ia akan bergulir ke salah satu sudut dan tinggal di sana.
Subjek A akan menghabiskan 15 sampai 20 menit menyelidiki mainan baru atau makanan baru. Subject B tidak akan menyelidiki mainan baru, kecuali jika ia menangkap bau hamster lainnya.Biasanya dia akan mengabaikan itu sampai hari berikutnya.
Subject A tidak menyembunyikan makanan, sedangkan Subject B akan mengosongkan  mangkuk makanannya setiap malam. Makanan dapat ditemukan di bawah tempat tidur di mana dia tidur.



Tingkat kecerdasan
Untuk mengukur kecerdasan hamster ditempatkan dalam situasi yang akan membutuhkan tingkat aktivitas yg lebih tinggi. Padaminggu kelima Subject B belajar untuk mendaki ke puncak kandang dengan menggunakan gantungan yang mendukung botol air. di minggu ke 7  Subject B belajar bagaimana menyelesaikan labirin.  Sebuah labirin telah dibuat di lantai menggunakan kayu ukuran berbeda.Subject B butuh 30 menit untuk mendapatkan dari satu sisi labirin yang lain. Subject A tidak menyelesaikan permainan labirinnya ^^. Subject B belajar untuk menyembunyikan diri dengan membenamkan diri bawah bahan bedding di kandangnya.Subjek A akan membuat tumpukan material di sudut dan berbaring di atas tumpukan. Dia tidak bersembunyi. Subject B bermain di jungkat-jungkit (walaupun tidak benar) ketiga kalinya mainan itu ditempatkan di kandang-nya. Subject A mengabaikan jungkat-jungkit, hanya mengendus2 :D. Subject B mulai menggunakan toilet kandang di minggu ke 7, sedangkan Subjek A belum terlihat menggunakan toilet di minggu ke 7
Hasil: Subject B tampaknya mampu menangkap pada konsep-konsep lebih cepat daripada Subject A.


Kesimpulan
Ketika membandingkan data yang dikumpulkan pada perilaku, ukuran, tingkat aktivitas, dan kecerdasan hasil berarti bahwa pengasuhan oleh manusia memang memiliki pengaruh. Namun tergantung pada bagaimana Anda melihat informasi.
Dengan mengamati perilaku hamster dan dengan mencoba menentukan mempengaruhi pengasuhan telah di perilaku hewan bisa menimbulkan pemahaman yang lebih baik dari perilaku binatang setelah mereka telah tercerabut dari lingkungan alami mereka. Kita bisa belajar lebih banyak tentang teknik bertahan hidup untuk mencegah binatang dari menjadi punah, atau kelebihan populasi di suatu wilayahmaapphhh endingnya agak ngambang niyyy hahahahajust for share ^^

Minimal Standarisasi Perawatan Hamster


Minimal Standarisasi Perawatan Hamster

1.            Beeding
Serbuk & Pasir

             Serbuk Kayu
Manfaat : mampu menghambat pertumbuhan bakteri, membunuh atau memperlambat penyebaran kutu.
Rugi : Alergi. cedar & Pinus. Kenali:

Cedar/cemara
kayu mi mengandung PLICATIC & PHENOL.
Biasa di gunakan sebagai pengharum ruangan, obat pel(carbol) jelas bahaya di gunakan terus menerus,,pada manusia yang kalo terlalu sering nyium bau ini bisa kena asma, infeksi pernafasan dan alergi,kulit merah-merah. yang di alamin hamster lebih bahaya karena memiliki penciuman yang jauh lebih tajam dr kita.

Pinus, jati belanda.
sebener nya pada kayu pine ada asam abietic dan juga terdapat kandungan phenol
Gk terlalu bahaya seperti cedar, karena kandungan phenol nya gk setinggi cedar..tapi kita harus tetap hati-hati atas dampak yang di akibatkan
untuk menuhilangkan kadar air yang ada di kayu cedar dan pine bisanya di gunakan 2 cara, yaitu :
AIRED DRIED dan KL1N DRIED

AIRED DRIED: serutan kayu di angin-angikan untuk mengiiangkan kadar air dan phenol..
KL1N DRIED : cara ini terbilang lebih bagus di banding aired dried.karena, serutan kayu di masukan ke dalam sebuah ruangan dan di panaskan dengan suhu yang telah di atur.jadi lebih intensif untuk menghilangkan kadar air dan phenol..
Tapi untuk kayu cedar tetap gk banyak pengaruh utk  cedar,karena kandungan nya yang tinggi. .tapi kalo di pine bisa hilang dengan cara klin dried.
Kebanyakan di Indonesia masih menggunakan Aired dried,jadi kita hams menjemur lagi biar kandungan nya berkurang atau hilang..biasanya 2-3 hari cukul
Alangkah baiknya, ganti serbuk karu secara berkala. Misalkan 4 -5 hri untuk menghindari makanan yang sudah tidak baik lagi untuk di konsumsi dan untuk mengindari bakteri jahat yang berkembang..

             Pasir Zeolite
dapat menghaluskan bulu si hamster dan meyerap air kencing hamster.kalo di bilang hemat kayanya ini yang paling hemat,soalnya bisa di cuci berkali-kali (hemat bebz) cara cuci nya dengan merendam pasir zeolit sampai kotoran ny mengambang dan buang air sampai bersih terus di ulang sampai bersih,kemudian di jemur sampai kering. Sebenamya pasir zeolit kurang tepat untuk di jadikan alas penuh,karena kurang bisa menjadi sarang untul hamster,kurang baik dalam menyerap air dan tempat hiding (persembunyian),dan juga pasir zeolit dapat menyimpan panas.
hamster memliki insting untuk membuang kotoran dan kencing nya di pasir zeolit. Jangan kaget dan heran kenap hamster memakan atau mencicipi pasir zeolit. Karena di dunia petemakan di gunakan sebagai imbuh -untuk pakan ternak (meskipun masih di pelajari sampai sekarang).ini juga gpp kalo di makan karena saluran pencernaanya beda.. Yang bahaya justru kalo debu-debu halus nya masuk ke hidung si hamster..
banyak ukuran dari pasir zeolit, mulai dari zeolit No.0 — No.5.yang biasa di gunakan untuk hamster adalah zeolit No. 2 dan No.3

             Minimal penggantian beding:
Campbell & robo 7hr, & hybrid 5hr, Syrian 3hr.
*tergantung uk kandang & jumlah hams. Penggantian tdk lebih dr  seminggu





2.            Pakan

Makanan Pokok: Milet, kedelai, kacang hijau, beras, jagung kering, kacang tanah.
Makanan tambahan : jewawut, biji ganduni, cannary seed, kacang tungga/tolo, biji sorgum, minyak ikan, konsentrat.
Makanan selingan: kuaci, tahu, tauge, putih telur rebus, gambas / oyong, wortel, madu.

Pemenuhan gizi.
Protein 18% : millet merah & putih, jewawut, kedelai putih & hitam,kc ijo
Karbohidrat: sorgum, betas merah & putih, gabah, jagung kering, gandum.
Lemak : cannary seed, kc tanah, kc tolo, wijen, kuaci.

tidak dianjurkan penggunaan bili sawi & pellet ikan/ayam.

Mengenai biji sawi

Bii Sawi yang digunakan sebagai makanan pada hamster adalah biji2an dan Brassica Nigra Seed dan Brassica Napus Seed yang memiliki kandungan Erucic Acid/ Asam Erusic /Asam Erusat / Asam Erukat dengan kadar tinggi terutama pada biji2annya/benihnya.
Sumber: Universitas Purdue menyatakan bahwa semua bagian dan tanaman sawi yang beracun bagi hewan, terutama pada biji2an / benih. Tanaman gej ala keracunan yang paling sering terjadi dapat mempengaruhi unggas, sapi, domba dan kuda. Gejala yang terkait dengan konsumsi tanaman sawi pada hewan termasuk initasi pada mulut, fotosensitivitas, kesulitan bemafas, muntah, diare dan gangguan perut. Efek samping.
Tanda2 klinis keracunan antara lain iritasi mulut, kepala gemetar, air liur  berlebih, nyeri perut, muntah (pada spesies-spesies yang mampu muntah), dan kemungkinan diare. Babi dan hewan yang lebih muda (anak-anak domba dan anak sapi) tampaknya lebih rentan terhadap efek initasi dan biji mustard jika dikonsumsi. Untuk menyebabkan keracunan, cukup dalam jumlah besar perlu dikonsumsi selama periode waktu tertentu.
Photosensitization (keadaan dimana kondisi kulit dan mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya dan dapat menyebabkan iritasi) telah dilaporkan pada hewan temak setelah mengkonsumsi biji sawi (Brassica Napus /rapeseed).
Ada juga laporan mengenai keguguran janin, penyakit gondok dan kebutaan akibat mengkonsumsi mustard. Tetapi ini bukan masalah utama. Tanaman mustard kemungkinan mengakumulasi asam nitrat dalam kondisi tertentu dan menyebabkan keracunan nitrat.
- Erucic Acid mengakibatkan disfungsi pada elektrofisiologi jantung atau / dan kerusakan otot sehingga jantung menjadi lemah dan tidak efisien dalam memompa sirkulasi darah pada tikus, hamster, guinea pig, tikus besar, gerbils, tupai, kalkun dan bebek.
- Gangguan Lipid (Asam Lemak) pada hati dan organ tubuh lain pada hewan yang mengkonsunisi makanan yang mengandung Erucic Acid ditemukan pada gerbil, monyet, tikus besar, babi, kalkun dan bebek.
- Gangguanjaringan otot pada hati ditemukan pada tikus besar dan kelinci.
- Kehilangan darah, Anemia dan kumpulan abnormal dan cairan dalam rongga perikardial ditemukan path guinea pig yang mengkonsuthis makanan yang mengandung Erucic Acid.
- Anemia, kumpulan cairan dalam rongga perut (Ascites), kunipulan abnormal dan cairan dalam rongga perikardial ditemukan pada ayam dan bebek yang mengkonsumsi makanan yang mengandung Erucic Acid
- Anemia dan serangan pada sistem kekebalan tubuh ditemukan pada kalkun yang mengkonsumis Erucic Acid

Mengenai Pemberian Pelet Ikan dan Pelet / Pur ayam Pada Hamster

Pemberian Pelet Ikan dan Pelet / Pur ayam Pada Hamster bagus gak?

komposisi Pelet Ikan: Tepung Ten, Tepung Udang, Tepung Darah, Tepung Bekicot, Tepung Wan, Tepung Kedelai, Tepung Terigu, Dedak Halus, Tepung Jagung, Tepung Singkong, Bungkil Kelapa, Tepung Ayam Segar.

Komposisi pellet ayam: Sumber Nabati :Jagung, Dedek Halus, Ampas Kelapa, Ubi Kayu, Beras MentahlQabah,
Sumber Protein : Kacang Hijau, Bungkil Kelapa, Kedelai, Bungkil Kedelai, Ampas Tahu, Makanan Asal Hewan:
Cacing Tanah, Bekicot, Tepung Ikan, Ulat, Kumbang, Bahan Mineral : Tepung Tulang, Tepung Karang. Bahan Asal
Hijauan : Daun Lamtoro, Daun Kangkung, Daun Turi, Rumput Alam, Daun Ubi Kayu, Daun Bayam


Itu adalah bahan pelet ikan / ayam. Tetapi itu adalah Homemade a.ka buatan sendiri. Kalau dan pabnik? Kemungkinan ada tambahan bahan pengawet nya, bahan pewarna dll. Padahal hamster kan rentan pada bahan zat kimia giiiitu >.<

Akibat : Bulu mudah rontok, Heatsroke, Obesitas, Jika sudah tua bisa terkena tumor dan katarak.

Penyakit tidak akan timbul dengan cepat, namun akan timbul saat zat bahan yang terkandung- meluas ke seluruh tubuh hamster. Seperti tampilan sang artis ingin mempercantik penampilan dengan silicon2 geje. Hasil mungkin pada awal nya memuaskan. Namun akibatnya beberapa tahun kemudian menjadi rusak bahkan fatal (nyawa tanthan nya)

Bukti nya: Pemah dilakukan uji coba pada hamster oleh Dedhy Aj (Jogja)
Beliau meneoba path hamster nya dengan pemberian pelet ikan KOl TAISHO & KiN KOI dan pur ayam AD2 & STARBIO. Pada umur I bulan murni pemberian pelet dan pur. Pemakaian 1 sendok teh/hari. Kemudian dicampur dengan biji2an. 4 bulan kemudian hamster mati dengan timbul nya tumor pada bagian perut.

             Minimal pemberian pakan:
5 protein, 4 karbohidrat, 3 lemak, air minum matang

Memproduksi air susu hamster (ASH)

Daun Katuk, Bunga Pepaya. Bayam Hijau dan Bayam Merah. Kedeiai Jepang (Edamame). Kacang Hijau. Pare. Bual Jambu Air. Semangka. Labu . Buah Pepaya.

3.            Kandang dan Asesoris

Macam kandang Jeruji, akuanium, box eskrim, container, dli.
Macam Asesoris dot minum, tempat pakan, mainan dli.

             Minimal pemberian kandang dan asesoris
1 ekor hams min. dimensi 20x20x25 cm, cuci kandang 1 bulan dan utk asesoris 2 minggu sekali. Botol minum WAJIB disetiap kandang

4.            Interaksi
luangkan waktu untuk bermain-main dengan hams, maka ikatan batin akan muncul dgn sndiriny dan pastiny ak lebh sayang.. aka ♥♥

Kesalahan dalam Merawat Hamster


Kesalahan dlm Merawat hamster
Oleh HammieHamster Shop
Berikut beberapa kesalahan yang sering dibuat oleh pemilik hamster, khususnya para pemula:

1.Memberi makan sayur, wortel atau jagung segar sebagai menu makanan utama. Percayalah hal ini hanya akan merugikan Anda! Pencernaan hamster tidak didesain untuk mencerna makanan-makanan yang mengandung kelembaban tinggi seperti ini. Jika Anda tidak percaya, coba teliti kondisi kandang hamster Anda, apakah selalu kelihatan basah dan kotor? Ini diakibatkan dari pemberian sayur-sayuran segar yang Anda berikan setiap hari! Coba ganti menu makanan hamster Anda dengan yang lebih sesuai yaitu makanan hamster kering yang bisa Anda temui di petshop atau di supermarket. Di Indonesia tersedia beberapa merk seperti : Ultra Blend, XtraVital, Vitakraft, Hamsfood, Hagen, Minimal Goods, Hartz, Nutriblocks, dan masih banyak lagi lainnya. Anda tinggal memilihnya sesuai dengan keuangan dan kebutuhan hamster Anda.

2.Membeli tambahan biji bunga matahari atau kuaci sebagai makanan tambahan. “Hamster saya suka biji bunga matahari dan kuaci, selain itu mereka tidak mau makan yang lainnya.” Mungkin Anda tidak tahu kalau tindakan sayang Anda ini justru malah membunuh hamster Anda. Biji bunga matahari dan kuaci adalah salah satu makanan yang mudah disukai oleh hamster tapi pemberian dalam jumlah besar dalam mengakibat beberapa hal diantaranya: obesitas, kurangnya kalsium sehingga pertumbuhan tulang dan gigi menjadi terhambat, kelainan dalam proses kelahiran (ini disebabkan oleh kandungan lemak yang terlalu tinggi pada biji bunga matahari). Kasus yang paling sering terjadi adalah yang terakhir, kelainan pada proses kelahiran. Kelainan ini berujung pada keguguran bayi-bayi hamster tersebut yang merenggut jiwa induk dan anak-anaknya. Jadi berhati-hatilah dalam memberi makan hamster Anda! Menyayanginya bukan berarti memanjakannya!

3.Pemberian susu bubuk atau susu cair untuk manusia pada hamster. Beberapa orang melakukan ini dan mereka mengeluh kalau bulu hamster mereka menjadi tipis dan rontok. Memang belum terbukti secara klinis tapi lebih baik mencegah dari pada mengobati. Susu untuk manusia diformulasikan untuk manusia jadi lebih baik jangan diberikan ke hewan. Gunakan susu khusus untuk hamster! Itu jauh lebih baik. Lagipula pemberian susu ini juga tidak menunjukkan manfaat yang mengesankan tapi rutinitas pemberian susu ini malah jauh merepotkan Anda.


4.Memberikan snack terlalu banyak. Snack sebaiknya diberikan hanya seminggu sekali, jika terlalu sering… Anda pasti rugi telah membeli makanan hamster karena tidak dikonsumsi secara maksimal. Sama seperti anak kecil yang diberi pilihan antara sayur dan kue kesukaannya, hamster pasti lebih memilih snack kesukaannya. Tapi sekali lagi kita tidak mungkin memberi makan kue cokelat setiap hari sebagai makanan utama bagi anak kita kan?

Begitu pula dengan hamster! Pemberian snack terlalu sering akan mengakibatkan ketidakseimbangan gizi yang sebenarnya telah ditimbang dan dipelajari secara khusus oleh para ahli yang telah meracik makanan hamster. Ini pasti mempunyai efek negatif di kemudian hari terutama ketika hamster melahirkan dan menyusui. Jika Anda merasa ‘tidak tahan’ dan ingin memberikan snack lebih banyak dari seminggu sekali, Anda bisa menimbang-nimbang secara bijak jenis snack yang Anda berikan. Sesuai dengan sistem pencernaan hamster yang kurang bisa menerima makanan dengan tingkat kelembaban tinggi pilihlah snack yang ‘kering’ seperti kacang-kacangan, roti, biskuit, cereal dan lain-lain. Sedang untuk buah-buahan berikanlah seminggu sekali. Yang keempat. Yaitu Minuman dari Hamster itu sendiri. Hamster memperoleh air dari sayuran-sayuran. Kalo misalnya kamu gak terlalu sering ngasi sayur sediakanlah botol minum kusus hamster yang dijual di petshop. Oh ya jangan lupa. Minuman hamster itu Air yang di masak jangan kasi air keran yang masih ada kuman-kumannya. Juga Kebersihan Botol harus senangtiasa bersih. Jangan juga memberikan susu manusia kasi saja susu hamster. Oh ya botolnya jangan sampai bocor. Nanti banjir lagi kandangannya.


5.Hamster dijemur dibawah sinar matahari. Hamster adalah binatang nocturnal. Mereka adalah binatang malam. Di alam liar mereka tidur sepanjang siang hari dalam lubang mereka yang bisa mencapai kedalaman 10 – 20 meter dibawah permukaan tanah dan baru keluar pada malam hari untuk mencari makan. Jadi mereka tidak terlalu membutuhkan sinar matahari. Sedikit saja cukup… Tidak perlu sampai ‘dijemur’.

6.Hamster dimandikan dengan air. Hamster rentan terhadap air dan kelembaban. Hamster berasal dari daerah gurun pasir yang kering. Jika hamster Anda sedang sehat dan dalam kondisi prima mungkin terkena air bukan masalah, tapi jika kondisinya sedang menurun terkena air bisa berarti kematian bagi mereka. Hamster yang basah harus secepatnya dikeringkan atau mereka terserang flu, kemudian berlanjut ke pneumonia dan berakhir pada kematian. Jadi jangan mengambil resiko untuk tindakan yang tidak perlu ini.

7.Memisahkan induk hamster dari bayi-bayinya. Kedengarannya memang bodoh tapi percayalah banyak orang yang tidak sengaja melakukan hal ini karena ketakutan mereka pada gosip yang beredar tentang ‘hamster pemakan anak’. Ibu hamster yang sehat dan cukup akrab dengan manusia tidak akan memakan anaknya tanpa alasan yang jelas! Jadi jangan memisahkan ibu dan bayi-bayinya karena bayi-bayi itu akan meninggal dengan segera karena kedinginan dan tidak mendapatkan air susu.

8.Hamster jatuh dari ketinggian. Jika hamster Anda masih baru, cobalah untuk memegang hamster dalam posisi duduk jadi jika hamster Anda jatuh tidak akan terlalu tinggi. Ini kesalahan yang paling sering dilakukan orang. Hamster yang baru datang biasanya masih merasa asing dengan Anda dan dengan lingkungannya dan cenderung melompat secara tiba-tiba. Jadi Anda harus

Alas Hamster


alas hamster..
by : Hamsterscooter Guter/BHA (the British Hamster Association)/dan berbagai sumber

Kayanya asik nih kalo kita diskusi dengan tema yang sederhana,mungkin dari temen-temen semua punya pengalaman atau pengetahuan dengan tema kali ini..ok kita ke bawah aja langsung

Kalo ngomongin  memelihara hamster,pasti lah harus pakai alas atau bediing,betul betul? Hehe
yang akan saya diskusikan di sini pastinya tentang hal tersebut mulai dari yang saya alamin dan dari berbagai sumber..(bisa di tambahkan juga kok kalo temen-temen punya pengalaman atau refrensi juga,ok :D)

pertama kita segarkan lagi ingatan kita ke alam yang luas di sana, di alam liar pun hamster pasti punya rumah dan pasti di dalam rumah itu ada alas untuk penghangat atau alas tidur,biasanya pakai bahan yang tersedia di alam juga dong,kaya : alang-alang, rumput kering, dll..
Tapi bukan berarti itu harus jadi patokan buat kita dong, karena kan udah banyak yang melakukan riset dan pengetahuan yang berkembang  tentang alas hamster ini.Ternyata,di balik alas yang sederhana ini punya banyak keuntungan dan kekurangan dari setiap jenis beddingnya..
Nah kan kalo di alam mereka menyediakan sendiri nh untuk sarang nya,,terus kalo kita yang pelihara kan dia gk bisa nyari,jadi harus kita dong yang sediain..

yang biasanya di gunakan seperti :

             serutan kayu
             pasir zeolit
             tissue
             kertas


Serutan kayu

kayanya ini yang jadi paling popular untuk jadi alas si hamster..harga nya terbilang murah (sekitar 3rb-5rb/kantong) tapi untuk yang import itu harga nya jauh dari yang local..,dan bagus buat nyerap air kencing hamster,biar gk bau...
bukan itu aja guys,,ternyata manfaatnya juga jempol,karena serutan kayu mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri,dan dapat membunuh atau memperlambat penyebaran kutu.
tapi hati-hati juga nh dengan bahan serutan kayu,karena kayu yang di gunakan untuk membuat serutan kayu ini justru banyak merugikan bagi hamster dan kebanyakan hamster alergi.seperti kayu cedar dan pinus.

kita kenalin dlu deh jenis kayu yang biasa di gunakan untuk bahan bedding..

pertama kita kenal dengan cedar/cemara…


kayu yang ini kurang tepat untuk di jadikan bediing guys,,karena kandungan nya yang bebahaya..

kayu ini mengandung plicatic acid,di dalam nya ada yang namanya phenol..ada yang tw phenol sebelumnya?
yups,phenol biasanya di gunakan sebagai pengharum ruangan, obat pel (kaya carbol), dan desinfectan..
jelas bahaya kalo di gunakan terus menerus,,pada manusia yang kalo terlalu sering nyium bau ini bisa kena asma,infeksi pernafasan dan alergi,kulit merah-merah..
bahaya yang di alamin hamster lebih bahaya karena memiliki penciuman yang jauh lebih tajam,,coba bayangin apa bakal terjadi sama hamster kita? L
pada kayu red cedar lebih tinggi kandungannya..


yang kedua itu pine :  serbuk kayu karungan (jati belanda) dan serbuk kayu lokal yang putih,dan merk lain..



sebener nya pada kayu pine ada asam abietic dan juga terdapat kandungan phenol..
bahaya juga dong??
Gk terlalu bahaya seperti cedar, karena kandungan phenol nya gk setinggi cedar..tapi kita harus tetap hati-hati atas dampak yang di akibatkan..
Terus pake yang mana dong??
Sedikit tambahan guys,untuk menghilangkan kadar air yang ada di kayu cedar dan pine biasanya di gunakan 2 cara, yaitu : aired dried dan klin dried
Aired dried : seusai namanya aired yaitu dengan cara di angin-anginkan. serutan kayu  di angin-angikan untuk mengilangkan kadar air dan phenol..
Klin dried : cara ini terbilang lebih bagus di banding aired dried.karena, serutan kayu di masukan ke dalam sebuah ruangan dan di panaskan dengan suhu yang telah di atur.jadi lebih intensif untuk menghilangkan kadar air dan phenol..
Tapi untuk kayu cedar tetap gk banyak pengaruh untuk cedar,karena kandungan nya yang tinggi..tapi kalo di pine bisa hilang dengan cara klin dried.
Kebanyakan di Indonesia masih menggunakan Aired dried,jadi kita harus menjemur lagi biar kandungan nya berkurang atau hilang..biasanya 2-3 hari cukup kok..

Nah kalo udah gini kita bisa milih deh mana yang baik..

Alangkah baiknya guys, ganti serbuk kayu secara berkala. Misalkan 4 -5 hari untuk menghindari makanan yang sudah tidak baik lagi untuk di konsumsi dan untuk mengindari bakteri jahat yang berkembang..


Pasir Zeolit


 Bedding yang satu ini juga gk kalah popular kok,karena dapat menghaluskan bulu si hamster jadi tambah cakep dan meyerap air kencing hamster.kalo di bilang hemat kayanya ini yang paling hemat,soalnya bisa di cuci berkali-kali (hemat bebz)cara cuci nya dengan merendam pasir zeolit sampai kotoran nya mengambang dan buang air sampai bersih terus di ulang sampai bersih,kemudian di jemur sampai kering.

Sebenarnya pasir zeolit kurang tepat untuk di jadikan alas penuh,karena kurang bisa menjadi sarang untuk hamster,kurang baik dalam menyerap air dan tempat hiding (persembunyian),dan juga pasir zeolit dapat menyimpan panas.

hamster memliki insting untuk membuang kotoran dan kencing nya di pasir zeolit. Jangan kaget dan heran kenapa hamster memakan atau mencicipi pasir zeolit. Karena di dunia peternakan di gunakan sebagai imbuh untuk pakan ternak (meskipun masih di pelajari sampai sekarang).ini juga gpp kalo di makan karena saluran pencernaanya beda..
Yang bahaya justru kalo debu-debu halus nya masuk ke hidung si hamster..

banyak ukuran dari pasir zeolit,mulai dari zeolit No.0 – No.5.yang biasa di gunaka untuk hamster adalah zeolit No.2 dan No.3


Tissue

pasti jarang yang gunain yang 1 ini untuk bedding,gk umum juga sh,hehe.tapi kalo buat sehari-hari ini bisa kok. Ini juga bisa pas di gunakan lahiran tapi kalo keadaan darurat yang hanya ada pasir zeolit di dalem kandang..Tapi menurut saya ini perpaduan yang gk bagus untuk hamster yang mengandung-melahirkan-sapih,karena kemungkinan anaknya hidup terbilang minim (saya pernah nyoba beberapa kali)
Caranya bebrapa lembar tissue di sobek-sobek menjadi beberapa bagian..tissue yang agak kasar lebih bagus..
Murah ko.. Rp.2.000, namun bedding ini kurang bagus karena daya serap air nya yang gk bagus seprti serutan kayu. kalo tissue udah nyerap air bentuk nya berubah jadi mengkerut,jadi  sedikit banget. Terus zeolit yang menyerap air kencing induk yang hamil-melahirkan-sapih itu gk intensif seperti serutan kayu..jadi dalam posisi basah terus tuh zeolit..


Kertas

Ini penggunaanya sama kaya tissue pas keadaan darurat aja.banyak kok say liat temen-temen lewat foto yang lagi menyusui menggunakan kertas..
Tapi sebaiknya pake kertas yang gk ada tinta nya..beda dengan tissue kalo kertas pas nyerap air gk akan mengkerut..
cara pakainya sama kaya tissue.

Bedding juga berperan penting dalam masa perkembang biakan..
Kalo yang ini sebenernya hasil saya ngamatin aja,tapi kalo temen-temen punya pengalaman dan referensi juga boleh di tambah..
Kadang banyak yang bingung,
kok ankan hamster saya mati ya pas abis dilahirin??
Beberapa kasus yang mati itu dari pas di lahirin memang sudah mati,kondisi pas di lahirin lemah atau si induk gk menyusui..
Kalo induk gk menyusui guys,menurut saya bisa karena beberapa alasan :
-          Karakteristik si induk yang emang cuek aja
-          Adaptasi
Kita di sini kita diskusikan tentang yang Adaptasi ya..
Semua makhluk hidup pasti butuh adaptasi,,betul?mereka menyesuaikan diri dengan tempat tinggal nya..
Pernah merhatiin hamster yang abis dig anti bedding nya?
pasti si hamster bingung dengan bedding baru nya..entah dy lari-larian,ngusrek-ngusrek bedding nya, dll.biasanya untuk adaptasi butuh sekitar 1-2 hari..
ada fakta menrik guys tentang hamster, ternyata hamster memiliki lebih mengandalkan penciuman di banding penglihatan buat kenalin sekitar nya..

denger cerita dan baca dari temen-temen abis dig anti bedding nya eh si hamster lahiran (seneng campur takut)..seneng,karan akhirnya yang di tunggu lahiran..


takut, karna  melihat adaptasi yang tadi..si hamster bingung dengan tempatnya yang baru dan gk kenal sekitarnya alhasil si anak gk di susuin,kececer kemana-mana,mati deh..

Tapi kemungkinan yang takut itu bisa gk terjadi kalo si induk baik dalam ngerawat hamster,walaupun yang saya alamin gk 100% survive..
Baiknya kalo udah keliatan hamil terus perutnya gede gk usah diganti bedding nya.. Dan kejadian ini biasanya terjadi pada serutan kayu..
Kalo misalkan gk ketauan perutnya gede gmna??
Kenali dulu guys cirri-ciri hamster hamil kalo perutnya gk terlalu besar..
- minum nya banyak..
- Kencing nya banyak
-makanya banyak..
- lebih aktif dan agresif

Umunya hamster yang lahiran hanya dengan pasir zeolit aja tu kecil bgt kemungkinan untuk anak nya hidup..karna si induk gk punya sarang untuk menghangatkan si anak..
Bisa di tambah dengan tissue tapi juga kemungkinan nya kecil..bebrapa kali saya menggunakan ini hasil nya dikit..
menggunakan tissue pada hamster melahirkan :

pertama..
pada saat hamil menggunakan bedding pasir zeolit dan tissue.lahir 5 ekor anak dan selang beberapa hari,satu persatu anak nya di makan 1 persatu hingga yang survive hanya 1..

kedua..

pada saat hamil menggunakan bedding pasir zeolit dan tissue.  Lahir 11 ekor anak,karena keadaan bedding yang selalu basah kemungkinan kondisi si anak menjadi lemah dan akhirnya mati 1 persatu hingga sisa 6 ekor..kemudian saya ganti bagian yang basah,yang di tumbuhi tumbuhan dari millet (kaya toge bentuknya),akhirnya anak nya survive 4 karena pas saya liha juga 2 anak udah basah kuyup gara-gara bediing sebelumnya..
hamster lahir tanpa menggunakan bedding serutan kayu dan hanya menggunakan pasir zeolit.kemudian di tambahkan dengan menggunkan tissue yang di sobek-sobek menjadi kecil. Anak yang lahir terhitung ada 4 ekor.
kalo kertas ini umum kok di gunain pas saat lahiran (saya belum pernah nyoba).tapi temen-temen yang lain banyak yang udah mencoba dengan ini